PACITAN — Distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Pendopo Kecamatan Tegalombo bergulir tertib. Program bantuan sosial ini difokuskan guna memastikan ketahanan ekonomi para pekerja harian dan buruh tani tembakau yang berada di garda terdepan rantai produksi.
Penyerahan dana tunai ini membuktikan komitmen transparansi penyaluran instrumen cukai agar tepat sasaran, sejalan dengan penguatan kapasitas bertani dan kestabilan harga komoditas lokal.
Jumani (60), buruh tani asal Desa Gemahharjo, membeberkan kepuasannya atas perhatian penuh yang diberikan pemerintah daerah terhadap nasib para buruh tani di Tegalombo.
”Alhamdulillah, selain hasil tembakau kami bagus, harganya juga stabil. Selain itu, kami sebagai buruh tani tembakau juga mendapatkan BLT dari DBHCHT,” jelas Jumani di sela penyerahan bantuan.
Evaluasi atas pendampingan teknis di lapangan turut dipaparkan oleh Jurimin. Menurutnya, program edukasi budidaya tembakau yang digulirkan Dinas Pertanian Pacitan berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan langsung para penggarap tanah.
”Kami diberikan pendampingan, mulai dari cara menanam, merawat hingga memanen tembakau. Ini sangat membantu,” terang Jurimin.
Isu penyaluran hasil panen yang sering menjadi momok para petani juga terpatahkan. Sijudi mengonfirmasi bahwa kepastian harga jual serta keterbukaan pabrikan rokok menjadi kunci sukses panen musim ini.
”Harga tembakau rajangan kering saat ini cukup baik, berkisar antara Rp40-50 ribu per kilogram. Selain itu, kami tidak mengalami kesulitan dalam menjual hasil panen, berkat adanya salah satu anak perusahaan rokok terbesar di Jawa Timur yang siap menerima tembakau kami,” paparnya.





